Rabu, 15 Desember 2010

Demam Sepeda Landa AS

Disadur dari koran Kompas tgl 2 Agustus 2008. Mudah-mudahan bisa menular ke seluruh kota di Indonesia. Dan untuk kota yang belum semrawut seperti Jakarta bisa mulai memikirkan infrastruktur jalan khusus pesepeda.
Tingginya harga bahan bakar membuat banyak penduduk kota beralih ke kendaraan nonbahan bakar, seperti sepeda. Di kota-kota di AS, penggunaan sepeda kini melonjak tajam. Hanya saja, kehadiran sepeda membuat pengemudi mobil kini ekstra hati-hati. Kini sering terlihat pertengkaran pengemudi mobil dan pengendara sepeda.
Portland selama ini dikenal dengan reputasinya sebagai kota ramah sepeda. Namun, belakangan ini reputasi itu terganggu dengan seringnya terjadi keributan antara pengendara sepeda dan pengemudi mobil di jalan-jalan Portland.
Bersepeda kian mewabah di Portland dan juga kota-kota lainnya. Beberapa pemerintah kota terpaksa mulai memikirkan membuat jalan khusus sepeda agar tidak sampai terjadi perseteruan karena berebutan jalan.

”Kami melihat semakin banyak pengendara sepeda di jalan karena harga bahan bakar yang tinggi. Kami melihat semakin banyak masalah soal perebutan jalan,” kata Mami Ratzel, seorang perencana transportasi sepeda/pejalan kaki di Boulder, Colorado. Kota ini dikenal karena mempunyai hampir 500 km jalan kota yang dilengkapi dengan jalur khusus sepeda.
Harga minyak mentah dunia, Jumat (1/8), berada di level 122 dollar AS per barrel. Turun tajam dari posisi tertinggi 147 dollar AS per barrel pada 11 Juni. Level 122 dollar AS tetap relatif tinggi yang berpengaruh pada harga bahan bakar minyak.
Dirk Gowin, pejabat perencanaan transportasi Louisville, Kentucky, memperkirakan jumlah pengendara sepeda di kota itu telah meningkat dua atau tiga kali sejak tahun lalu. Dan, pengendara sepeda pun menimbulkan masalah.
”Perlu pendidikan bagi pengendara sepeda,” kata Gowin. ”Ada pengendara sepeda yang berkendara berlawanan arah, berkendara di kaki lima, dan tanpa helm. Mereka tak tahu apa yang mereka lakukan,” ujarnya.
Keluhan umum dari para pengemudi kendaraan adalah bahwa pengendara sepeda tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Berkendara dengan sembarangan. Adapun pengendara sepeda menuduh para pengemudi mobil tidak berhati-hati atau jika perlu mengalah kepada mereka.
Para pengendara sepeda di Seattle, bulan lalu, menjadi brutal ketika seorang pengemudi mobil menabrak beberapa pengendara sepeda yang menutup jalan. Polisi Seattle menuturkan, beberapa pengendara sepeda mengepung mobil, memecahkan kacanya, menyayat bannya, dan memukul pengemudinya.
Demi lingkungan
Namun, ribut pengendara sepeda dan pengemudi mobil itu tak menghalangi demam orang yang beralih ke sepeda. Soalnya, sebagian besar perjalanan dengan sepeda aman. Bersepeda ke tempat kerja, menurut para pengendara, itu sehat dan bermanfaat bagi lingkungan. ”Sejak 1990 banyak pembangunan dilakukan. Fasilitas tersedia di banyak kota,” kata Elizabeth Preston, Direktur Komunikasi Liga Pengendara Sepeda Amerika.
Pengendara sepeda masih merupakan minoritas di AS. Sensus AS 2005 memperlihatkan, hanya 0,4 persen orang AS bersepeda ke tempat kerja, dibandingkan dengan 2,5 persen yang berjalan kaki dan 77 persen yang mengemudikan mobil.
Di Portland, ada 6 persen penduduk berkendara sepeda tiap hari. Para karyawan bersepeda ke tempat kerja. Orangtua mendudukkan anak-anak mereka dalam trailer sepeda dan membawanya ke sekolah atau ke tempat bermain.
”Dulunya hanya terlihat tiga sepeda di sebuah lampu lalu lintas, sekarang ada 12 sepeda,” kata Dave Pearson yang selama 15 tahun bersepeda hampir 25 km sekali jalan ke kantornya.
Harga minyak yang relatif tinggi membuat demam sepeda di AS bakal mewabah. Mungkin juga di dunia. (Reuters/DI)

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
 
Pojok Informasi Elektronik Copyright © 2010 yorachinfo Designed by admin of yorachinfo